Iklan

Arsip Blog

Jum’at Kuliner III : Seafood Bakar Murah Ala Mahasiswa, Harga Mulai 8.000an Masbro!

Halo kawan… pulang Jum’atan, laper paling enak makan siang nih apalagi bagi pekerja kantoran memang saatnya istirahat :D, tapi awas jangan terlalu kenyang masbro dan mbaksist.. nanti bikin ngantuk loh.

Edisi Jum’at kuliner kali ini akan membahas makanan yang sedikit mewah (bagi anak kost :hammer:) yakni seafood bakar, dari Ikan Ekor Kuning, Ikan Kerapu, Ikan Patin, Ikan Bawal, Dll. Untuk keluarga Crustaceae alias udang-udangan libur dulu karena warung ini hanya menyediakan seafood yang berbuntut aja :p

Lokasi :
Bertempat disebelah utara kali RS Premier Surabaya (tau kan tempatnya RS Premier, belakang Perbanas atau utaranya Panjang Jiwo). Nama warung ini Waroeng Ikan Bakar WW milik Mbak Wati. Alamat lengkapnya : JL. Nginden VIA no. 34 Surabaya. Tempatnya meski berada di dalam gang, cukup enak buat dipakai andhog atau mengajak temen/saudara. Namun kapasitas 2 meja 8 kursi menjadi pembatasan jumlah pelanggan yang bisa andhog.

image

Harga :
Dengan sasaran pasar anak indekost, harga yang ditawarkan MDblog rasa cukup berasaing kok.. misalnya :
Ikan Ekor Kuning Bakar + Nasi + Lalap + Aqua Gelas Rp 8.000 an,
Ikan Kerapu Bakar + Nasi + Lalap + Aqua Gelas Rp 10.000 an,
Wekekekek… murah lah untuk ukuran seafood. Oiya, kadang besaran ikan pengaruh ke harga masbro.. kalo pas ikannya gede-gede harganya juga nambah, tapi cuman seribu atau duaribu perak sahaja 😀

Rasa :
Disajikan diatas wadah rotan dengan alas kertas minyak dengan sambal dabu-dabu dan sambal tomat, sedangkan nasi dan lalapan disajikan dalam piring terpisah memudahkan acara makan-memakan ikan bakar ini.

image

Nasi, ikan ditempat terpisah

Untuk rasa ikan bakarnya sendiri MDblog rasa udah uenaaak.. dibakar dengan bumbu (kayaknya blenderan, warnanya kuning kecoklatan) dan kecap tentusaja, dengan tingkat kematangan yang pas membuat si ikan bakar garing diluar dan lembut serta masih juicy dagingnya (tanda bahwa ikannya masih segar).

Dan untuk sambal dabu-dabunya juga uenaaak… pedesnya pas ditambah citarasa kecut yang merangsang kelenjar ludah mengeksresikan enzim-nya membuat mulut terus ingin mengecap meski sambalnya udah habis *tepok jidat. Sedangkan sambal tomatnya kata calon nyonya MDblog sudah cukup pedas.. *kalo kata MDblog sih ora pedhess masbro.. hehe. Kalo kurang manis bisa ditambahkan kecap di meja, tapi ntar malah merusak citarasa originalnya jadi ndak MDblog rekomen :).

image

Ekor kuning, doyanan MDblog. Awas banyak durinya

image

Yang ini Kerapu, sedikit duri dan lebih babyak dagingnya

Kesimpulan :
Dengan rasa dan harga yang sangat bersaing untuk ukuran seafood, MDblog dan calon Nyonya-nya merekomen tempat ini untuk jujug an makan. Namun jika ingin membawa mobil dan pasukan, keterbatasan tempat parkir dan makan akan menjadi kendala masbro, rekomen kalo memakai motor saja. Untuk jam bukanya, mulai sore pukul 17.00-21.00 wib, contact person Mbak Wati : 0817 0308 0520

Kalo kesini jangan lupa ajak-ajak MDblog kawan!, Hehehe…

Baca juga :

Iklan

Jumat Kuliner jilid 2 : Burger Buto Malang – Burger Segede Buto, Rasa Tetep Enak!

Hari Jum’at saatnya menulis artikel edisi Jumat Kuliner kawan… :). Kali ini MDblog akan memberikan referensi kuliner yang agak jauh dari Kota Surabaya, yakni Burger Buto di Kota Malang :). Tepatnya berada di JL. Sarangan Kota Malang.

image

Kedai 27, Home of burger buto

image

Lokasi tepatnya

image

Kalau dari Surabaya (atas), liat point yang berpendar hijau

Namanya Kedai 27 kawan, dimiliki oleh seorang wirausahawati dari Kota Malang, tempat ini memiliki Jam buka siang hari hingga pukul 21.00 malam, dengan tempat makan yang dibikin cozy (tapi kurang mendekati, terlalu rame sih) namun untungnya pelayanannya cukup baik tiap MDblog kesana.

image

Ndak pernah sepi

Dengan menu andalannya yakni burger buto, namun sebenernya banyak juga pendampingnya seperti but keceng, buto long dan buto ijo. Bagi yang ndak doyan roti-rotian Kedai 27 juga menyajikan nasi bakar buat kawan-kawan yang lidahnya jowo. Rasanya?, laziiiiiisss…… MDblog sendiri doyan Buto Keceng atau nasi bakar :D.

image

Buto long, daging olahannya sedikit tawar. Panjangnya 2x tablet MDblog yang 7"

image

Tapi porsinya guede brooooo

image

Nasi bakar, sambelnya maknyuussss...

Sedangkan calon Ny. MDblog memilih burger buto adiknya buto ijo, mirip seperti burger biasanya namun diameternya 22cm seingat MDblog. Dengan roti yang tipis dan isi daging olahan yang cukuo gede menyesuaikan gedenya sang roti, hehehe.. serba gede neh, yang makan badannya ikut gede ntar :p.

image

Liatnya bikin kenyang

Nah, dari tadi ngalor ngidul bahas makanannya, sekarang saatnya bahas harganya neh!, (anak kost harga nomor satu, porsi nomor dua, rasa nomor sekian :p)

image

Beverages nya mahal :p

image

Ini menu food nya kawan, rekomended buto keceng dengan daging cincangnya yang kaya kebab. Tanpa telur, tanpa keju

image

Additional food dan beverages, njomplang harganya

image

Capucino biar ndak ngantuk...

Sebenarnya selain di Malang kota, burger buto ini juga buka cabang masbro!, tepatnya di Kota Batu. Dari alun-alun batu ke Selatan, tepat sebelum pom bensin di kanan jalan. Namun disini hanya melayani take away order sahaja.. ndak bisa andhog dan makan dengan leko kayak yang di Malang, hehe…

image

Rame tenan yang andhog

image

Habis makan bayar dulu... berdua dengan 3 menu dan 1 bungkus habis 70K an (buorose jeeeee....) :p

Oiya, yang di Batu infonya yang  gelola suaminya owner burger buto, wah mantap nih!. Semoga MDblog bisa meniru jejak kesuksesan dibidang kuliner.. amin 🙂

Baca juga :

Jumat Kuliner : Rawon Pucang Surabaya, Pecel Kok Campur Rawon???

Kawan, siapa disini yang doyan pecel ngacung?, satu, dua, tigapuluh empat ratus, limapuluh ribu.. banyak juga ya, sekarang ganti yang doyan Rawon ngacung.. satu, dua, tiga puluh ribu. Wah ndak kalah banyak nih!. Kalo rawon pecel sapa yang doyan?!?.

Iya kawan, di Surabaya ada kuliner asik Rawon bercampur Pecel. Jadi bayangin ya… nasi pecel yang komplit dengan bumbu kacang dan sayur pecel disiram dengan kuah rawon yang hitam gurih itu., kemudian kawan-kawan bisa memilih lauknya seperti ayam goreng, telor dadar atau daging empal. Rasanya?, ternyata enak Kawan!.

image

Yang ini pecel doang keringan dengan ikan paha ayam

image

Yang ini pecel di siram kuah rawon dengan ikan ayam

Kuliner unik khas Surabaya bernama Rawon pucang ini terletak di jalan Pucang Adi, Surabaya. Dengan jam buka seusai pulang kantor yakni selepas maghrib hingga tengah malam, namun begitu ndak pernah sepi dari serbuan para pengunjung. Harganya?, MDblog kurang tahu juga sih soal ya selalu ditraktir 4 kali kesini (alhamdulillah :D).

Untuk tempat makannya, kawan musti rela ngemper di depan toko yang udah ditutup, tapi jangan kuatir udah disiapin alas kok sama empunya Pecel Rawon. Meski ruame banget (selama MDblog kesini ndak pernah sepi), biasanya tempatnya selalu ada karna kebanyakan orang habis makan langsung cabut. Namun kekurangannya buanyak pengamen dan pengemis. Tiap 5 menit muncul kalo dikira-kira, ini yang bikin pelanggan enggan berlama-lama. Trus kalo datengnya rombongan, biasanya ada aja salah menu pas makanan udah keluar, kerepotan kali yak owner warungnya ampe lupa ama pesanan hehe..

Kalo ingin nyobain, MDblog kasih lokasi tepatnya masbro :

image

Dekat Ngagel dan Kertajaya

Dan kalo di zoom :

image

Sebelah utara perempatan masbro

Semoga bermanfaat, cocok buat kuliner hunter yang aneh-aneh.. hehe. Sampai jumpa di Jumat kuliner minggu depan masbro!.

Baca juga :