Iklan

(Arek Gresik Harus Tau!) Kolak Ayam : Tradisi 5 Abad Dari Desa Gumeno Gresik

kolak ayam

Kolak Ayam?, Ayam dibuat kolak atau ayam makan kolak?

Tak terasa kawan Ramadhan 2015 kali ini sudah melewati dua minggu dan kita akan segera berpisah dengan bulan yang penuh rahmat ini. Dan biasanya nih, di Gresik ada banyak tradisi ketika berada di penghujung bulan Ramadhan, sebut saja “Pasar Bandeng”, siapa sih yang tau tradisi khas Kota Gresik yang satu ini?, tapi bagaimana dengan “Malam Selawe”, atau bahkan “Kolak Ayam”, pasti sedikit asing di telinga Kawan-kawan sekalian, padahal tiap tahun tradisi ini pasti muncul di televisi saking bekennya Lho!, ayo kita cari tahu lebih dalam tentang Kolak Ayam Kawan!.

Tradisi Lima Abad Yang Lalu dan Lima Abad Yang Akan Datang

Berawal pada tahun 1540, tepatnya pada 31 Januari 1540, adalah Sunan Dalem atau yang bernama asli Maulana Zainal Abidin yang merupakan anak dari Sunan Giri yang kala itu tinggal di Desa Gumeno menderita sakit yang tak kunjung bertemu obatnya, hingga pada suatu malam atas kebesaran Allah SWT, petunjuk datang kepada beliau untuk memasak ayam jantan dengan menggunakan bumbu santan kelapa, jinten, gula merah dan bawang daun. Ketika itu bertepatan pada 22 Ramadhan, sehingga masakan tersebut digunakan oleh Sunan Dalem sebagai hidangan untuk berbuka, dan atas izin-Nya beliau kemudian sembuh seperti sedia kala. Alhamdulillah… :).

Di lain kesempatan ketika Sunan Dalem membangun kolam untuk berwudhu bersama masyarakat Desa Gumeno, Beliau menyajikan masakan ini kepada para pekerja yang kelelahan, dapat ditebak bahwa stamina mereka pulih seperti sedia kala atas Izin-Nya. Dari dua kisah diatas dijadikanlah sebuah kebiasaan berjalan yang berupa Tradisi pembagian Kolak Ayam yang dilakukan tiap tanggal 22 Ramadhan dari 5 abad yang lalu hingga 5 abad mendatang.

cangkul

ilustrasi pembuatan kolam

Asal Nama Kolak Ayam

“Lantas, darimana nama Kolak Ayam berasal?, melihat campuran dari bahan-bahan diatas lebih pantas disebut Jamu melihat komposisi dan khasiat yang diberikan”. Nah, seperti yang MDblog sampaikan diatas, masakan ini menjadi obat bagi Sunan Dalem ketika sakitnya tak kunjung sembuh meski telah dicari-cari obatnya, sehingga disebutlah masakan tersebut sebagai “Kholaqul Ayyam” yang memiliki makna “Mencari Berhari-hari”, dan seiring berjalannya waktu, menyesuaikan dengan lidah orang Jawa menjadi “Kolak Ayam”. Uniknya lagi nih Kawan, Chef yang bertanggung jawab dalam pemasakan semuanya adalah pria dan harus dilakukan oleh pria untuk melestarikan tradisi secara turun temurun, jangan ngaku cowok kalo gak bisa masak Bro!, wkwkwkw… (Bikin Indomie tidak dihitung memasak, kamu jangan ngaku-ngaku :p).

Kolak Ayam dulu

Real Man Use Three Pedal? Jadul Bro!, Real Man MASAK..!!!

Desa Gumeno dan Sunan Dalem

Berawal ketika Sunan Dalem masih memerintah di Giri Kedaton yang kala itu peperangan sedang pecah akibat serangan dari Adipati Sengguruh, nah.. sebagai pemimpin beliau tidak ingin banyak rakyatnya yang jatuh mati sebagai korban peperangan, dan melalui kepala pasukannya yang bernama Jagapati beliau memerintahkan untuk mundur dan mengungsi ke utara membawa apa yang tersisa, disana beliau membangun perkampungan dan masjid yang berfungsi juga sebagai Pondok. Oleh Sunan Dalem ketika bulan puasa tiba, beliau menggunakan masjid tersebut sebagai tempat masyarakat desa berbuka puasa dengan mengucap “Ya Qaumuna.. Ya Qaumuna…”, dan oleh masyarakat sekitar kata Qaumuna dijadikan cikal bakal GUMENO.

masjid sunan dalem

Masjid Sunan Dalem di Desa Gumeno

-7.069527, 112.555637

Lokasi Desa ditunjukkan pada point -7.069527, 112.555637

Nah Kawan, saking membludaknya pengunjung yang datang taip tahunnya, panitia setempat akhirnya memberlakukan kupon antrian dan pengambilan Kolak Ayam ini bagi yang ingin mencicipi. Sehingga kegiatan pembagian dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.. Toh tujuan dari Tradisi ini kan juga untuk menjaga silaturrahmi antar sesama manusia.

kupon

Courtesy web diatas yak 😀

Jadi buruan mampir Kawan jika ada kesempatan,, setahun sekali lho!.

Semoga bermanfaat.

Baca juga :

Tetap terhubung di :

  • Email : masdaniblog@gmail.com
  • Twitter : @masdaniblog
  • Google+ : masdaniblog
  • Whatsapp : 085645368883
  • BBM : 5518F675
  • Facebook : kemal.astrid
Iklan

Posted on 7 Juli 2015, in Kuliner Review, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: